AlBukhari, Abu Daud dan Nasai). 4. Kandungan Hadits. Bahwasanya sebaik-baik makanan yang dimakan seseorang adalah jika merupakan hasil kerja tangannya sendiri, dan usaha yang paling baik adalah pekerjaan seseorang selagi dengan tangannya sendiri. Baca Juga. Mukmin yang Kuat. Erotesis. Defenisi Jadal Al Qur'an. 5. Kamiatas nama adik-adik santri mengucapkan SELAMAT JALAN dan selamat melanjutkan perjalanan kehidupan, dalam mengemban misi nilai-nilai ke-Islaman, dikampung halaman kakak santri masing-masing, semoga segala jerih payah dan perjuangan kakak selama menuntut ilmu disini, akan berguna bagi keluarga, dan lingkungan sekitar kakak, dan setidaknya berguna bagi diri pribadi kakak sendiri, sebagai penerang dalam gulita dan penyejuk dalam dahaga. Maknayang terkandung dalam hadis dapat digali melalui ilmu ma'anil hadis, atau ilmu makna-makna hadis. Selain itu, pemaknaan hadis juga ditunjang dengan ilmu ilmu lain tenunya, seperti bahasa arab, ilmu matan hadis, tarikh, bahkan sosiologi dan antropologi, serta ilmu alam jika diperlukan. Studi terhadap makna hadis merupakan sebuah ladang TentangDuka [Cerpen] Ibu dan bapakku adalah perpaduan yang sempurna. Mereka sama-sama keras tapi mampu merendah untuk menurunkan egonya satu sama lain. Perihal mengalah, sepertinya ibuku yang lebih juara. Katanya, "biar kamu dan bapakmu dulu, ibu belakangan" ketika dihari minggu semasa kecilku kami telah selesai membersihkan rumah untuk Tentangdalil-dalil yang nampak mengandung ta'arudl, digunakan cara: al-jam'u wa al-tawfiq, dan kalau tidak dapat dilakukan tarjih. Hadis mauquf dihukum marfu' apabila ada qarinah yang dapat dipahami daripadanya bahwa hadis itu marfu'. Perpisahan santri-anak asuh, 12/05/2013: Outbound santri bersama Ranu Outbound Madiun: Sekitar490 hadits. Jika shalat lima rakaat Sunan Abu Dawud Kitab Shalat . aku adalah manusia biasa yang terkadang lupa sebagaimana kalianngguhnya lupa.". Lupa dalam shalat dan sujud karenanya Shahih Muslim Kitab Masjid dan tempat-tempat shalat 'Aku hanyalah manusia biasa yang bisa lupa sebagaimana kalian juga bisa lupa.'Ibnu Numair menambahkan dalam hadisnya, 'Apabila salah seorang dari kalian Haditstentang Pentingnya Istiqomah. Oleh: Tim Redaksi. Jumat, 14 Sep 2018, 15:26 WIB. Alumni, dan Santri. 21 Nov. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Temu Alumni PP. Miftahul Huda Gading Malang - Ahad, 3 Nopember 2019. 03 Nov. TERBARU. Habbatussauda, Obat dari Segala Macam Penyakit. Shalattak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran. Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan. Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan. Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan. Bilaingin dicintai Rasulullah, maka bersihkanlah tubuhmu. Hal ini tidak keterlaluan. Mengingat, banyak sabda Rasulullah SAW yang menganjurkan kesehatan. Bahkan, ayat Al-Quran pun menganjurkan kebersihan. Berikut ayat dan hadis mengenai kebersihan: ููŠู‡ ุฑุฌุงู„ ูŠุญุจูˆู† ุงู† ูŠุชุทู‡ุฑูˆุง ูˆุงู„ู„ู‡ ูŠุญุจ ุงู„ู…ุชุทู‡ุฑูŠู† "Di dalamnya ada orang-orang yang suka bersuci dan Allah Bersungguhsungguhlah Dalam Kehidupan. Selanjutnya pada bait ke 289 tertulis: ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูŠูŽู†ููˆู’ุจู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฏูŽู„ู‘# ูƒูŽ ุฌูุฏูŽู‘ ูƒูู„ูŽู‘ ุงู„ู’ุฌูุฏูู‘ ูˆูŽุงูู’ุฑูŽุญู ุงู„ู’ุฌูŽุฐูŽู„ู’. Artinya: " Terkadang, ungkapan yang menunjukkan makna mashdar juga bisa menggantikan mashdar sebagai maf'ul muthlaq. Seperti,. Vt9Hmdv. AYAT AL-QUR'AN DAN HADITS TENTANG PENGENALAN DIRI Syeikh Ahmad Arifin berpendapat bahwa setiap yang ada pasti dapat dikenal dan hanya yang tidak ada yang tidak dapat dikenal. Karena Allah adalah zat yang wajib al-wujud yaitu zat yang wajib adanya, tentulah Allah dapat dikenal, dan kewajiban pertama bagi setiap muslim adalah terlebih dahulu mengenal kepada yang disembahnya, barulah ia berbuat ibadah sebagimana sabda Nabi ุฃูŽูˆูŽู„ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ู…ูŽุนู’ุฑูููŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู Artinya โ€œPertama sekali di dalam agama ialah mengenal Allah Kenallah dirimu, sebagaimana sabda Nabi SAW ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุฑูŽููŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุนูŽุฑูŽููŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุนูŽุฑูŽููŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู‡ู ููŽุณูŽุฏูŽ ุฌูŽุณูŽุฏูŽู‡ู Artinya โ€œBarangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya, dan barangsiapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah fana dirinya. Lalu diri mana yang wajib kita kenal? Sungguhnya diri kita terbagi dua sebagaimana firman Allah dalam surat Luqman ayat 20 ูˆูŽุฃูŽุณู’ุจูŽุบูŽ ุนูŽู„ูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนูŽู…ูŽู‡ู ุธูŽู‡ูุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุจูŽุงุทูู†ูŽุฉู‹ Artinya Dan Allah telah menyempurnakan bagimu nikmat zahir dan nikmat batin. Jadi berdasarkan ayat di atas, diri kita sesungguhnya terbagi dua Diri Zahir yaitu diri yang dapat dilihat oleh mata dan dapat diraba oleh tangan. Diri batin yaitu yang tidak dapat dipandang oleh mata dan tidak dapat diraba oleh tangan, tetapi dapat dirasakan oleh mata hati. Adapun dalil mengenai terbaginya diri manusia Karena sedemikian pentingnya peran diri yang batin ini di dalam upaya untuk memperoleh pengenalan kepada Allah, itulah sebabnya kenapa kita disuruh melihat ke dalam diri introspeksi diri sebagimana firman Allah dalam surat az-Zariat ayat 21 ูˆูŽููู‰ ุงูŽู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ุงูŽููŽู„ุงูŽ ุชูุจู’ุตูุฑููˆู’ู†ูŽ Artinya Dan di dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya. Allah memerintahkan kepada manusia untuk memperhatikan ke dalam dirinya disebabkan karena di dalam diri manusia itu Allah telah menciptakan sebuah mahligai yang mana di dalamnya Allah telah menanamkan rahasia-Nya sebagaimana sabda Nabi di dalam Hadis Qudsi ุจูŽู†ูŽูŠู’ุชู ููู‰ ุฌูŽูˆู’ูู ุงูุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู‚ูŽุตู’ุฑู‹ุง ูˆูŽููู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุตู’ุฑู ุตูŽุฏู’ุฑู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู„ุตูŽู‘ุฏู’ุฑู ู‚ูŽู„ู’ุจู‹ุง ูˆูŽููู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ููุคูŽุงุฏู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู„ู’ููุคูŽุงุฏู ุดูŽุบู’ุงูู‹ุง ูˆูŽููู‰ ุงู„ุดูŽู‘ุบูŽุงูู ู„ูŽุจู‹ู‘ุง ูˆูŽููู‰ ู„ูŽุจูู‘ ุณูุฑู‹ู‘ุง ูˆูŽููู‰ ุงู„ุณูู‘ุฑูู‘ ุฃูŽู†ูŽุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ู‚ุฏุณู‰ Artinya โ€œAku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati qalbu namanya dan dalam hati qalbu ada mata hati fuad dan dalam mata hati fuad itu ada penutup mata hati saghaf dan dibalik penutup mata hati saghaf itu ada nur/cahaya labban, dan di dalam nur/cahaya labban ada rahasia sirr dan di dalam rahasia sirr itulah Aku kata Allahโ€. Hadis Qudsi Bagaimanakah maksud hadis ini? Tanyalah kepada ahlinya, yaitu ahli zikir, sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nahal ayat 43 ููŽุงุณูŽุฆูŽู„ููˆู’ุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑู ุงูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ู„ุงูŽุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ู†ูŽ Artinya โ€œTanyalah kepada ahli zikrullah Ahlus Shufi kalau kamu benar-benar tidak tahu.โ€ Karena Allah itu ghaib, maka perkara ini termasuk perkara yang dilarang untuk menyampaikannya dan haram pula dipaparkan kepada yang bukan ahlinya orang awam, seabagimana dikatakan para sufi ูˆูŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุญูŽุงุฑูู…ูŒ ููŽู„ุงูŽ ุชูŽู‡ู’ุชูŽูƒููˆู’ู‡ูŽุง Artinya โ€œBagi Allah itu ada beberapa rahasia yang diharamkan membukakannya kepada yang bukan ahlinyahโ€. Nabi juga ada bersabda ูˆูŽุนูŽุงุฆููŠู’ู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุงูŽู…ูŽู‘ุง ุงูŽุญูŽุฏู ู‡ูู…ูŽุง ููŽุจูŽุดูŽุชู’ุชูู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงูŽู…ูŽู‘ุงุงู’ู„ุฃูŽุฎูุฑู ููŽู„ูŽูˆู’ุจูŽุซูŽุชู’ุชู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงู„ู’ุนูู„ููˆู’ู…ูŽ ูŠูŽุดููŠู’ุฑู ุงูู„ูŽู‰ ุญูŽู„ู’ู‚ูู‡ู Artinya โ€œTelah memberikan kepadaku oleh Rasulullah SAW dua cangkir yang berisikan ilmu pengetahuan, satu daripadanya akan saya tebarkan kepada kamu. Akan tetapi yang lainnya bila saya tebarkan akan terputuslah sekalian ilmu pengetahuan dengan memberikan isyarat kepada lehernya. ุงูŽููŽุงุชู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุงู„ู†ูู‘ุณู’ูŠูŽุงู†ู ูˆูŽุงูุถูŽุงุนูŽุชูู‡ู ุงูŽู†ู’ ุชูŽุญูŽุฏูŽู‘ุซู’ ุจูู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑู ุงูŽู‡ู’ู„ูู‡ู Artinya โ€œKerusakan dari ilmu pengetahuan ialah dengan lupa, dan menyebabkan hilangnya ialah bila anda ajarkan kepada yang bukan ahlinya.โ€ Adapun tentang Ilmu Fiqih atau Syariat Nabi bersabda ุจูŽู„ูู‘ุบููˆู’ุง ุนูŽู†ูู‘ู‰ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุงูŽูŠูŽุฉู‹ Artinya โ€œSampaikanlah oleh kamu walau satu ayat sajaโ€. Adapun Ilmu Fiqih tidak boleh disembunyikan, sebagaimana sabda Nabi SAW ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุชูŽู…ูŽ ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ู„ูุฌูŽู…ูู‘ู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุจูู„ูุฌูŽุงู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู Artinya โ€œBarangsiapa yang telah menyembunyikan suatu ilmu pengetahuan ilmu syariat akan dikekang oleh Allah ia kelak dengan api nerakaโ€. Adapun ilmu hakikat atau ilmu batin memang tidak boleh disiar-siarkan kecuali kepada orang yang menginginkannya. Memberikan dan mengajarkan ilmu hakikat kepada yang bukan ahlinya ditakuti jadi fitnah disebabkan pemikiran otak sebahagian manusia ini tidak sampai mendalami ke lubuk dasarnya yaitu ilmu Allah Taโ€™ala. Ibarat kayu di hutan tidak sama tingginya, air di laut tidak sama dalamnya, dan tanah di bumi tidak sama ratanya, demikian halnya dengan manusia. Maka ahli Zikir ahlus Shufi inilah yang mendekati maqam wali-wali Allah yang berada di bawah martabat para nabi dan rasul. Inilah makna tujuan Allah memerintahkan supaya bertanya kepada ahli Zikir, karena ahli Zikir adalah orang-orang yang senantiasa hati dan pikirannya selalu ingat kepada Allah serta senantiasa mendapat bimbingan ilham dari Allah SWT. Oleh karena itu, agar kita dapat mengenal Allah, maka kita harus mempunyai pembimbing rohani atau mursyid. Tentang hal ini Abu Ali ats-Tsaqafi bertaka, โ€œseandainya seseorang mempelajari semua jenis ilmu dan berguru kepada banyak ulama, maka dia tidak sampai ke tingkat para sufi kecuali dengan melakukan latihan-latihan spiritual bersama seorang syeikh yang memiliki akhlak luhur dan dapat memberinya nasehat-nasehat. Dan barang siapa yang tidak mengambil akhlaknya dari seorang syeikh yang melarangnya, serta memperlihatkan cacat-cacat dalam amalnya dan penyakit-penyakit dalam jiwanya, maka dia tidak boleh diikuti dalam memperbaiki muamalahโ€. Namun tidaklah ilmu pengenalah kepada Allah ini diperoleh dengan mudah begitu saja seperti mempelajari ilmu syariโ€™at, karena ada satu syarat yang paling utama yang harus dilakukan terlebih dahulu yaitu mengambil ilmu ini dengan dibaiโ€™at oleh seorang mursyid yang kamil mukamil yang masuk dalam rantai silsilah para syeikh tarekat sufi yang bersambung-sambung sampai kepada Rasulullah SAW. Oleh karena itu jalan satu-satunya bagi kita untuk dapat mengenal Allah adalah dengan mempelajari ilmu tarekat di bawah bimbingan seorang mursyid. Tanya Mengapa hati memegang peran penting di dalam mengenal Allah? Jawab Bila kita sebut nama hati, maka hati yang dimaksud di sini bukanlah hati yang merah tua seperti hati ayam yang ada di sebelah kiri yang dekat jantung kita itu. Tetapi hati ini adalah alam ghaib yang tak dapat dilihat oleh mata dan alat panca indra karena ia termasuk alam ghaib bersifat rohani. Tiap-tiap diri manusia memiliki hati sanubari, baik manusia awam maupun manusia wali, begituja para nabi dan rasul. Pada hati sanubari ini terdapat sifat-sifat jahat penyakit hati, seperti hasad, dengki, loba, tamak, rakus, pemarah, bengis, takbur, ria, ujub, sombong, dan lain-lain. Tetapi bilamana ia bersungguh-sungguh di dalam tarekatnya di bawah bimbingan mursyidnya, maka lambat laun hati yang kotor dan berpenyakit tadi akan bertukar bentuknya dari rupa yang hitam gelap pekat menjadi bersih putih dengan mengikuti kegiatan suluk atau khalwat secara kontinyu. Manakala hati yang hitam tadi telah berubah menjadi putih bersih, barulah ia memberikan sinar. Hati yang putih bersih bersinar itulah yang dinamakan hati Rohani Qalbuatau disebut juga dengan diri yang batin. Seumpama kita bercermin di depan kaca, maka kita tidak akan dapat melihat apa yang ada dibalik cermin selain muka kita, karena terhalang oleh cat merah yang melekat disebaliknya. Tetapi bila cat merah itu kita kikis habis, maka akan tampaklah di sebaliknya bermacam-macam dan berlapis-lapis cermin hingga sampai menembus ke alam Nur, alam Jabarut, alam Lahut, hingga alam Hadrat Hak Allah Taโ€™ala Itulah sebabnya bila kita hanya baru sebatas mengenal hati sanubari saja, maka yang kita lihat hanya diri kita saja, sebab ditahan oleh cat merah tadi, yaitu sifat-sifat jahat seperti takabbur, ria, ujub, dengki, hasad, pemarah, loba, tamak, rakus, cinta dunia, dan berbagai penyakit hati lainnya. Tetapi bila mana cat merah itu telah terkikis habis, barulah ia akan menyaksikan alam yang lebih tinggi dan mengetahuilah ia segala rahasia termasuk dirinya dan hakikatnya dan juga alam seluruhnya dan akhirnya mengenallah ia akan Tuhannya. Itulah sebabnya para wali-wali Allah itu lahir dari para sufi yaitu orang-orang yang telah berhasil membersihkan hatinya dengan bantuan mursyidnya pada zahir sedang pada hakikatnya dengan qudrat dan iradat Allah Taโ€™ala. Di sinilah terletak wajibnya mengenal diri untuk jalan mengenal Allah. Sumber Pondok Pesantren Darul Qurโ€™an Wal Hadits OKU Timur mengadakan acara perpisahan santri/wati kelas MTW 3 dan IDM 3 pada hari jumโ€™at tanggal 9 Juli 2021 bertempat di Majid Abi Bakr Ash-Siddiq untuk Ikhwan dan untuk akhwat bertempat di mushola. Acara dimulai pukul sampai dengan pukul wib. Acara diawali dengan pebacaan ayat Al-qurโ€™an oleh Didi Kurniawan santri IDM 3 yang membacakan Surat Al-Buruj. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan berbahasa Arab dari Santri IDM 3 yang bernama Riduan Al-Olgani. Beliau menyampaikan sebuah hadits Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda ู„ุง ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู„ุง ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ โ€œTidak bersyukur kepada Allah, orang yang tidak berterimakasih kepada orang lainโ€ [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan selain keduanya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]. โ€œSaya mewakili para santri mengucapkan terima kasih kepada Allah azza wa jalla, kepada orang tua dan para ustadz serta pegawai yang telah mengajar, membimbing dan membina kami.โ€ Paparnya. Acara dilanjutkan dengan pidato Bahasa Indonesia oleh Alam santri MTW 3, beliau menuturkan โ€œSelama kami belajar di ponpes Darul Qurโ€™an Wal Hadits apabila melakukan kesalahan kepada para ustadz atau kepada teman-teman, kami meminta maaf dan terima kasih kepada para ustadz yang telah memberikan ilmu kepada kami.โ€ Tambahnya. Kemudian Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc., sebagai pimpinan pondok menyampaikan syukur kepada Allah atas terlaksananya acara perpisahan ini serta terus mengajak bersholawat kepada nabi Sholallahu alaihi wassalam. โ€œSegala kenikmatan harus kita syukuri, sebelum belajar di ponpes ini kita masih kekurangan ilmu, setelah belajar disini kita sudah bisa membaca Al-qurโ€™an, fasih Bahasa Arab, mengetahui halal-haram. Jadi kita harus berterima kasih kepada Allah, kepada orang tua, dan kepada para ustadz dan pegawai yang telah membimbing selama belajar disini.โ€ Papar beliau. Beliau juga sangat menekankan kepada para lulusan untuk terus menebarkan kebaikan dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada umat. โ€œTeruslah menebarkan kebaikan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya terhadap umat, jika belum mampu memberikan manfaaat maka setidaknya jangan halangi umat untuk terus mendapatkan kebaikan. Jadilah cermin yang terus memancarkan kebaiakan.โ€ Tambahnya. Semoga lulusan pondok pesantren Darul Qurโ€™an Wal Hadits OKU Timur bisa terus menyebarkan kebaikan dan memberikan manfaat kepada umat. Dan tentu saja semakin tersebarnya kebaikan dan islam yang haq. Penulis Hendri Yansa, Editor Khoirul Anam, Baca juga artikel Mengenal Budaya Arab Sebelum Masuknya Islam Sifat Wanita Ahli Surga Di mana ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Di mana ada awal, pasti akan ada akhir. Thatโ€™s life. Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru. And thatโ€™s more about life. Di dalam hidup, banyak orang yang datang dan pergi Allah telah menjumpakan kita dengan orang-orang yang Dia telah gariskan dalam catatan takdir Mereka pun datang silih berganti Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas di hati. Ada yang telah lama berjalan beiringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati. Ada yang datang pergi begitu saja seolah tak pernah ada. Semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan kepingan puzzle yang saling melengkapi dan membentuk sebuah gambaran kehidupan Maka sudah fitrah, bila ada pertemuan pasti ada perpisahan.. Di mana ada awal, pasti akan ada akhir. Akhir sebuah perjalanan, ia akan menjadi awal bagi perjalanan lainnya,,, Sebuah perpisahan, ia akan menjadi awal pertemuan dengan sesuatu yang baruโ€ฆ well, Thatโ€™s life must be Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru. And thatโ€™s more about life. โ€” Kalau kita tidak bisa berjumpa lagi di dunia, moga Allah mengumpulkan kita di jannah surga. Semoga kita teringat akan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menerangkan mengenai tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tiada naungan selain dari-Nya. Di antara golongan tersebut adalah, ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ุงูŽู†ู ุชูŽุญูŽุงุจูŽู‘ุง ููู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุชูŽููŽุฑูŽู‘ู‚ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู โ€œDua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah dengan sebab cinta karena Allah.โ€ HR. Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031 Orang yang mencinta akan dikumpulkan bersama orang yang dicinta di akhirat kelak. Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, โ€œKapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?โ€Beliau shallallahu alaihi wa sallam berkata, โ€œApa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?โ€Orang tersebut menjawab, โ€œAku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.โ€Beliau shallallahu alaihi wa sallam berkata, ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽ โ€œKalau begitu engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.โ€ HR. Bukhari no. 6171 dan Muslim no. 2639 Yang kami harap, moga persaudaraan kita tidak hanya di dunia, namun berakhir pula di jannah. Di dunia -selama hidup- moga kita saling menghendaki kebaikan satu dan lainnya. Referensi โ€” Akhukum fillah, M. Abduh Tuasikal Riyadh-KSA, 22 Rabiโ€™ul Akhir 1434 H 6 jam sebelum bertolak dari Riyadh menuju Jogja